Archive for October, 2005

Padamu Kutitipkan Mimpiku

Wednesday, October 5th, 2005

Padamu Kutitipkan Mimpiku

Publikasi:

21/06/2005

 

09:49

WIB

eramuslim - Siang belum terlalu panas. Saya lirik jam tangan. Pukul sembilan kurang sedikit. Kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ yang baru saya masuki lengang. Tidak banyak mahasiswa ataupun mahasiswi yang terlihat berlalu lalang. Saya terpana melihat banyaknya gedung yang tinggi menjulang. Di mana gedung pasca sarjana fakultas ekonomi? Kata panitia, acara akan mulai jam 9. Saya hampir terlambat. Padahal sebenarnya, kalau bisa saya ingin tiba di sana sebelum dua pembicara yang lain, agar punya bahan untuk menyiapkan mental dan bahan pembicaraan. Saya memang ingin belajar disiplin, menghargai waktu, meski sampai sekarang belum kunjung berhasil.

Dengan ransel yang tergendong di pundak, saya terus melangkah. Karena bingung, maka saya berinisiatif bertanya kepada satpam yang berada di pos jaga. Setelah mendapat jawaban, saya pun melangkah lagi. Sepi, tak ada banyak mahasiswa maupun mahasiswi. Tapi, ada yang cukup menarik dalam pandangan mata saya. Lambaian umbul-umbul merek rokok ternama yang berdiri tegak di sepanjang lapangan rumput yang luas. Di tengah, ada sebuah panggung megah dengan alat musik yang besar-besar. Ada dua tenda kecil di dekat panggung itu.

Musik. Rokok. Saya tiba-tiba resah. Meski demikian saya terus melangkah. Berjalan sambil celingak-celinguk, di sepanjang jalan yang saya lewati suasananya tak jauh beda. Sepi. Ternyata, sesampai gedung pasca sarjana juga sama. Sepi. Hanya ada beberapa gelintir orang yang berlalu-lalang. Sejenak ragu menyergap. Acaranya jadi atau tidak?

Seorang mahasiswa, dengan langkah tergesa, datang menghampiri, “Mbak Jazimah Al-Muhyi?” Saya mengangguk. “Acaranya di sini, Mbak.” Mahasiswa tadi membuka pintu sebuah ruangan. Sebuah ruang kuliah yang menurut saya cukup mewah. Ruangan ber-AC dengan kursi empuk yang bisa berputar. Maklum, ruang kuliahnya mahasiswa S-2, yang tentu saja membayar lebih mahal ketimbang mahasiswa S-1. Tak masalah, selagi bisa berfungsi maksimal. Biar belajar lebih nyaman dan konsentrasi.

Melihat tempat acaranya, sejenak saya termangu. Acara bedah buku di ruang kuliah? Saya perkirakan kursi yang ada di situ hanya sekitar 30. Jadi, panitia sudah pesimis kalau pesertanya maksimal 30? Daripada bodoh berkelanjutan, saya memilih bertanya, “Kampus ini kok sepi sekali. Ke mana para mahasiswa?” “Ini kan hari Sabtu, Mbak. Memang selalu begini.”

Ops, saya pun menepuk jidat (meski imajinasi). Saya jadi ingat semasa masih kuliah. Mahasiswa-kebanyakan-memang suka protes kalau ada dosen yang di hari Sabtu masih saja memberi kuliah. Jadinya, jam kuliah yang jatuh pada hari Sabtu seringkali digabung dengan hari lain. Kalau dosen sibuk alias punya jam terbang super tinggi, akibatnya sering kosong. Tetapi hal itu tidak menjadi masalah. Asal dosen tidak pelit memberi nilai, biasanya dia tetap menjadi dosen favorit pilihan mahasiswa (malas).

Beberapa menit menunggu, satu demi satu orang datang. Kayaknya sih panitia. Ngobrol sana-sini, beberapa di antaranya minta maaf karena molornya acara. Saya mengangguk saja. Sudah biasa. Sedikit ngobrol, saya bisa menyimpulkan kalau panitia memang tak mematok target adanya peserta yang banyak karena Sakti Arisena, gitaris S07 yang semula dijadwalkan, tak bisa hadir. Begitu pula Icha Jikustik tak bisa menggantikan. Maklum, Sabtu adalah hari sibuk bagi para pemusik, setahu saya begitu. Menyiapkan konser untuk malam minggu tentu butuh persiapan fisik yang prima.

Mundur sekitar satu jam, acara pun mulai. Lumayan meriah. Apalagi Dr. Nurhadi begitu detail dan menarik menyampaikan analisanya terhadap buku yang dibedah. Saya lebih banyak berbicara soal proses kreatif. Hadirin (yang pastinya tidak sampai 30) itu antusias bertanya. Alhamdulillah. Acara usai, seorang mahasiswi yang tampaknya panitia acara menawarkan diri untuk mengantarkan saya pulang. “Oke, kamu boncengkan aku sampai depan kampus saja. Biar aku naik angkutan umum.” “Kenapa, Mbak?”
“Aku lagi flu. Naik angkutan umum aja, biar gak banyak kemasukan debu. Lagipula, sini-Jombor kan jauh.” Dia setuju.

Motor berjalan, saya sampai lagi pada pemandangan itu. Umbul-umbul merek rokok yang berkibar-kibar dan sebuah panggung megah berisi alat-alat musik besar. Sampai keluar dari gerbang kampus, saya masih menatap pemandangan itu. “Kampus. Musik, rokok ….” saya mulai bergumam. “Di sini sering banget ada acara begini, Mbak.” Mahasiswi itu memberi keterangan. Dari nada bicaranya, saya tangkap rasa kecewa. Sebuah rasa yang juga menghuni hati saya.

Siang itu, saya merasa pilu. Terlebih saya teringat berbagai bedah buku maupun diskusi yang pernah saya ikuti. Seramai apa pun, tetap tak mampu menyaingi kemeriahan sebuah konser musik. Menyaksikan kemeriahan persiapan konser musik yang terhampar di lapangan rumput nan hijau, di depan deretan gedung megah kampus se-ternama UPN, membandingkannya dengan acara bedah buku yang baru saja berlangsung di sebuah ruang kuliah, saya merasakan suatu hal yang kontradiktif. Sebuah bedah buku, buku yang ditulis oleh seorang mahasiswa UPN, ‘disembunyikan’ di sebuah ruangan kecil berkapasitas kurang lebih 30 orang saja. (Padahal, berapa persen jumlah mahasiswa yang telah menghasilkan buku? Tidakkah itu adalah sebuah prestasi yang patut dihargai?)

Saya tatap lagi panggung dan umbul-umbul yang meriah itu. Resah itu tak saya biarkan menjelma menjadi energi negatif yang pastinya akan menghancurkan. Resah itu, saya olah menjadi harapan. Sebuah mimpi. Kekuatan mimpi, saya meyakini kedahsyatannya

“Saya punya mimpi, Dik. Suatu saat, di lapangan rumput yang luas itu akan terdapat panggung yang berisi buku-buku. Di sana ada bedah buku, diskusi buku, seminar ilmiah. Karena ini kampus. Karena di sini tempat para intelektual harapan bangsa berada.”

Mahasiswi itu memberikan sorot mata penuh harapan. Saya lega. Saya tahu mimpi itu akan melibatkan banyak sekali tangan yang harus bekerja keras. Budaya cinta membaca, budaya cinta menulis, budaya cinta berpikir, budaya cinta mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa … bukan perkara mudah untuk menumbuhkembangkannya. Banyak pihak harus terlibat secara serius. Hedonisme, kapitalisme. materialisme, instan-isme bahkan kanibalisme telah teramat kuat mencengkeram hidup mayoritas penduduk negeri ini.

Angkutan umum yang saya tunggu sudah nampak di kejauhan. Saya tahu harus segera pulang. Ada tugas lain menanti di rumah. Saya tepuk pundak mahasiswi yang baik itu sembari berkata, “Dik, padamu kutitipkan mimpiku.”


Jazhimah Al Muhyi
Kalaupun aku mati sebelum mimpi itu terwujud,
aku lega telah menitipkannya pada adikku

Yogyakarta

, 21 Mei 2005

KISAH NABI ADAM A.S. -1-

Sunday, October 2nd, 2005

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dgn.gunung-ganangnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dgn.mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yg.diciptakan utk.beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dgn.hamba-hamba terutama para rasul dan nabinya maka tibalah kehendak Allah s.w.t. utk.menciptakan sejenis makhluk lain yg.akan menghuni dan mengisi bumi memeliharanya menikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yg.terpendam di dlmnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi sepanjang masa yg.telah ditakdirkan baginya.

Kekhuatiran Para Malaikat.

Para malaikat ketika diberitahukan oleh Allah s.w.t. akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau kehendak Allah menciptakan makhluk yg.lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dlm.ibadah dan menjlnkan tugas atau krn.pelanggaran yg.mereka lakukan tanpa disedari.Berkata mereka kpd.Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami,padahal kami selalu bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan akan ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya akan bertengkar satu dgn.lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yg.terlihat diatasnya dan terpendam di dlmnya,sehingga akan terjadilah kerosakan dan kehancuran di atas bumi yg.Tuha ciptakan itu.”

Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
“Aku mengetahui apa yg.kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yg.mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kpd.nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,krn.Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kpd.sesama makhluk-Nya.”
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yg.berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dlmnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yg.sempurna

.

Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yg.lain,yg.segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yg.akan diberi amanat menguasai bumi dgn segala apa yg.hidup dan tumbuh di atasnya serta yg.terpendam di dlmnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung dari Adam,krn.ia diciptakan dari unsur api,sedang Adam dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dgn.asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah utk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yg.lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:”Apakah yg.mencegahmu sujud menghormati sesuatu yg.telah Aku ciptakan dgn.tangan-Ku?”
Iblis menjawab:”Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia.Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari lumpur.”
Krn.kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya melakukan sujud yg.diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dgn.mengusir dr.syurga dan mengeluarkannya dr.barisan malaikat dgn.disertai kutukan dan laknat yg.akan melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dgn.sombongnya menerima dgn.baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kpdnya diberi kesempatan utk.hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia sampai hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam akan menyesatkan Adam,sebagai sebab terusirnya dia dr.syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat,dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut utk.memujuk mereka meninggalkan jln.yg.lurus dan bersamanya menempuh jln.yg.sesat,mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yg.terlarang,menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kpd.Iblis yg.terkutuk itu:
“Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yg.semuanya akan menjadi isi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yg.telah beriman kpd.Ku dgn.sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yg.mantap yg.tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah.”

KISAH NABI ADAM A.S. -3-

Sunday, October 2nd, 2005

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah telah menerima taubat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan pelanggaran yg.mereka telah lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan tentang Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa pujukan dan rayuannya yg.manis namun berancun itu.
Adam dan Hawa merasa tenteram kembali setelah menerima pengampunan Allah dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh Iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yg.telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua utk.lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan pujukan Iblis yg.terlaknat itu.Harapan utk.tinggal terus di syurga yg. telah pudar krn.perbuatan pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dlm hati dan fikiran Adam dan Hawa yg.merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahawa redha Allah serta rahmatnya akan tetap melimpah di atas mereka utk.selama-lamanya.Akan tetapi Allah telah menentukan dlm. takdir-Nya apa yg.tidak terlintas dlm hati dan tidak terfikirkan oleh mereka.Allah s.w.t.yg.telah menentukan dlm.takdir-nya bahawa bumi yg.penuh dgn.kekayaan utk.dikelolanya,akan dikuasai kpd.manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yg.bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kpd.mereka:”Turunlah kamu ke bumi sebagian daripada kamu menjadi musuh bagi sebagian yg.lain kamu dapat tinggal tetap dan hidup disan sampai waktu yg.telah ditentukan.”

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup baru yg.jauh berlainan dgn.hidup di syurga yg.pernah dialami dan yg.tidak akan berulang kembali.Mereka harus menempuh hidup di dunia yg fana ini dgn.suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yg.beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeza-beza warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yg akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yg satu menjadi musuh yg lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga dari waktu ke waktu Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalan yg lurus penuh damai kasih sayang di antara sesama manusia jalan yg menuju kpd redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A’raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yg terkandung dlm perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dlm apa yg diciptakannya kadangkala tidak atau belum dapat dicapai oelh otak manusia bahkan oleh makhluk-Nya yg terdekat sebagaimana telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah akan menciptakan manusia - keturunan Adam utk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan utk apa Allah menciptakan jenis makhluk lain daripada mereka yg sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia walaupun ia telah dikurniakan kecergasan berfikir dan kekuatan fizikal dan mental ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana telah terjadi pada diri Nabi Adam yg walaupun ia telah menjadi manusia yg sempurna dan dikurniakan kedudukan yg istimewa di syurga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yg lemah itu.Ia telah lupa dan melalaikan peringatan Allah kpdnya tentang pohon terlarang dan tentang Iblis yg menjadi musuhnya dan musuh seluruh keturunannya, sehingga terperangkap ke dlm tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yg dilakukan oleh manusia terhadap larangan Allah.

Bahawasanya seseorg yg telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yg diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dgn kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yg turun dr singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorg malaikat dan diusir oleh Allah dr syurga dgn disertai kutukan dan laknat yg akan melekat kpd dirinya hingga hari Kiamat krn kesombongannya dan kebanggaaannya dgn asal-usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kpd Nabi Adam dan menolak utk sujud menghormatinya walaupun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

KISAH NABI ADAM A.S. -2-

Sunday, October 2nd, 2005

Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghilangkan anggapan rendah para malaikat terhadap Adam dan menyakinkan mereka akan kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kpd.Adam nama-nama benda yg.berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:
“Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam.”
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah utk. menyebut nama-nama benda yg.berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dgn.berkata:”Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahuan tentang sesuatu kecuali apa yg.Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”

Adam lalu diperintahkan oleh Allah utk.memberitahukan nama-nama itu kpd.para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kpd.mereka:”Bukankah Aku telah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yg.kamu lahirkan dan apa yg.kamu sembunyikan.”

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi tempat oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa utk.mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya utk.mengembangkan keturunan.
Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah dr.salah satu tulang rusuk Adam yg.disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga ketika ia terjaga,ia melihat Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yg.berada di sampingmu itu?”Berkatalah Adam:
“Seorang perempuan.”Sesuai dgn.fitrah yg.telah diilhamkan oleh Allah kpdnya.”Siapa namanya?”tanya malaikat lagi.”Hawa”,jawab Adam.”Utk.apa Tuhan menciptakan makhluk ini?”,tanya malaikat lagi.Adam menjawab:”Utk.mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dgn.kehendak Allah.”

Allah berpesan kpd.Adam:”Tinggallah engkau bersama isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yg.berlimpah-limpah didlmnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yg.lazat yg.terdapat di dlmnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dlmnya.Akan tetapi Aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yg.akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk org-org.yg.zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia akan berusaha memujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yg.kamu sedang nikmat ini.”

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dgn.ancaman yg.diucapkan ketika diusir oleh allah dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yg.menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgahsana kebesarannya.Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kpd.Adam dan Hawa yg.sedang hidup berdua di syurga yg.tenteram,damai dan bahagia.
Ia menyatakan kpd.mereka bahawa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk utk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh Iblis utk.mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia betul-betul jujur dlm nasihat dan petunjuknya kpd.mereka.Ia membisikan kpd.mereka bhw.larangan Tuhan kpd.mereka memakan buah-buah yg.ditunjuk itu adalah krn.dgn.memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal.Diulang-ulangilah pujukannya dgn.menunjukkan akan harumnya bau pohon yg.dilarang indah bentuk buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah pujukan yg.halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.
Allah mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yg.bermaksud: “Tidakkah Aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya dan tidakkah Aku telah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yg.nyata.”

Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka telah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:”Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu krn.terkena pujukan Iblis.Ampunilah dosa kami krn.nescaya kami akan tergolong org-org yg.rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami.”