Aku Juga Kangen

Hmmpphh… Rasanya, baru kemarin aku lulus SMA. Dengan semua kenanganku di SMALAPALA. Yap… Aku adalah salah seorang anggota pecinta alam di SMU N 5 Surabaya. Aku DIKLAT Angkatan XI. Waktu itu, kami bersepuluh.

Dede’, Rio, B-Tink, Oki, Tommy, Owoz, Dhaniq, aku, Emma, dan Prili. Kami adalah hasil seleksi alam yang bisa bertahan dari berbagai macam godaan untuk tidak dapat mengkuti Pendidikan dan Latihan Dasar Kepecintaalaman SMU N 5 Surabaya. Yah, godaannya banyak. Yang paling berat adalah izin orang tua.

Masih ingat sekali waktu itu aku adalah salah satu yang dilarang oleh mama papa untuk mengikuti kegiatan dan ekstrakulikuler ini. Terlalu bahaya, kata mama dan papaku. Tapi, teman-teman datang ke rumah untuk meminta paksa mama dan papa untuk memperbolehkan aku mengikutinya. Wal hasil, aku diperbolehkan, dengan segala konsekuensi aku tanggung sendiri. Termasuk ketika DIKLAT usai dan aku harus mencuci semua peralatan dan perlengkapan DIKLAT tanpa bantuan, juga tidak dijemput di sekolah seperti teman-temanku yang lain…

Hehe, aku juga masih ingat ketika banyak mata memandangku yang bau tanah naik angkot dari Surabaya ke Sidoarjo. Malu??? Kayanya waktu itu, urat maluku sudah putus karena terganti dengan rasa bangga dalam hati… Hehe…

Setelah DIKLAT itu, aku jadi sering naik gunung dan wall and rock climbing, tapi aku gak sempat ikut arung jeram ke kendal payak. Aku gak dapat ijin, lagian nilaiku pas lagi jeblok.. Hehe.. Aku juga jadi sering jadi official team-nya temen-temen yang ikutan lomba wall climbing. Makanya, aku juga kenal ma yang namanya Galar, juara Speed Internasional (Tahunnya aku lupa), meskipun kami tidak satu sekolah.

Aku sangat suka outdoor activity, terutama hiking. Pas kuliah, hobyku ini tersalurkan juga meskipun gak full kaya pas SMA. Aku beberapa kali ikutan outbond BEM ataupun himpunan, aku juga pernah mengikuti DIKLATSAR Pandu, dan TIM SAR Kepanduan DPD Kabupaten Bandung.

Tapi sekarang, setelah menikah dan apalagi jadi ibu, aku belum pernah melakukannya lagi. Apalagi suamiku kurang bisa menikmati kegiatan kealambebasan ini. Aku kangen. Aku pengen bisa lagi naik gunung seperti yang dulu. Apalagi sama Prili. Sahabatku itu yang sangat mengerti aku. Wakakakak… Hush…

Yah… Mungkin nanti, kapan-kapan kalau Allah mengijinkan kami bertemu dalam suasana yang sama, untuk mentadabburi ni’mat-Nya dengan berjalan di alam bebas bersama keluarga kami masing-masing. Semoga. Semoga hati dan pikiran kami sama, seperti dulu. Bisa kompak! I Miss U, Pril!

Leave a Reply