Menghitung Minggu….

October 3rd, 2006 by adeknya-kakakku

Minggu ini, adalah minggu ke 17 usia kehamilan… Rasanya, gampang
banget capek… Kuliah cuma 4 jam pelajaran ajah, dah pusing-pusing gak
karuan n mual muntah… Bikin gak enak dalam kelas…

Maaf, buat temen-temen yang lagi presentasi… Aku jadi suka
nanya… Bukan bermaksud "menghantam" teman-teman… Tapi, untuk
menghilangkan rasa mualku, aku berinisiatif untuk bertanya… Termasuk
para dosen… Hehehehe… Maaf, Pak… Jadi banyak bertanya…

Hmm… Yang pasti, Ramadhan ini aku gak puasa… Aku gak kuat…
Saluran pencernaanku emang dari dulu bermasalah, trus ditambah lagi
tensi darah yang sering drop, bikin aku gak bisa puasa dulu, for a
while lah… Eniwei, minggu lalu ajha, tensiku sampe 75/50… Itu kan
rendah sekali, padahal ibu hamil gak boleh tensi cuma segitu…

Why, aku bisa tau??? Yup, tiap pagi, aku harus cek tensiku
sendiri… Suami ngebeliin aku stetoskop, n tensimeter… Aku juga
diajarin untuk ngukur tensi sendiri… Alhamdulillah, aku gak
bodho-bodho amat, jadi langsung bisa sendiri…

Hehehe… Sekarang aku baru punya VPN, jadi bisa ngenet di Lab GRATIS… Hehehehe…

I Love U, Mom….

October 3rd, 2006 by adeknya-kakakku

Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. Si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:
1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000
2) Menjaga adik Rp20.000
3) Membuang sampah Rp5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000
5) menyiram bunga Rp15.000
6) Menyapu Halaman Rp15.000
Jumlah : Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan- GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu -GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu -GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu -GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: "Telah Dibayar".

Diriwayatkan seorang telah bertemu Rasulullah SAW dan bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berhak mendapatkan layanan istimewa dariku?". Rasulullah menjawab, "Ibumu" Kemudian??? Rasulullah menjawab, "Ibumu.." Kemudian??? Rasulullah menjawab, "Ibumu….." Kemudian Rasulullah menjawab, " Baru Kemudian ayahmu dan setelah itu saudara-saudara terdekatmu."

Mother is the best super hero in the world.

…::: Duuuuh, yang udah mau jadi Mommy :::….

Eleven Weeks To Be Mom…

August 25th, 2006 by adeknya-kakakku

Alhamdulillah…  Finally, setelah 7 bulan menikah, Allah baru kasih kami anugerah terindah… Titipan buat kami berdua untuk dididik menjadi Muslim Sejati…

Meskipun baru 11 minggu, tapi rasanya perutku udah gede… Hehehe… Yup, aku hamil…

Alhamdulillahnya lagi, aku gak mual, gak ngidam, gak ngerasain MORNING sickness sama sekali, n gak minta yang macam-macam… Kata temen-temen, "blom kali, No.." Tapi semoga ajha, janinku ini gak ngerepotin uminya (hehehe…).

Maklum, kuliahku semester ini masih padet… Aku masih ambil 16 SKS termasuk 4 SKS buat ngerjain Tugas Akhir II - ku… Berarti aku masih kuliah 4 MK lagi, yang kesemuanya 3 SKS, artinya seminggu masih ada 8 kali pertemuan dengan dosen…

Mungkin janinku tahu, uminya sedikit repot, dan lagi suamiku jauh meskipun dah ada di Surabaya lagi (PTTnya ternyata dah kelar… Alhamdulillah)…

Senengnya lagi, banyak denger kabar bahwa ikhwah fillah yang dah pada lulus n nikah kemarin-kemarin juga dah pada "isi"… Ntar qta ngelahirinnya barengan yuuuuksss…. Hehehehehe… Biar rame dunia dengan tangisan calon mujahid mujahidah qta… Amiinnn…

Dah dulu curhatnya… Laper… Sejak ada isi, porsi makanku nambah jadi 4 kali sehari + cemilan-cemilan lain yang bikin aku BIGGER dari yang dulu… Hehehehe….

Iseng….

May 23rd, 2006 by adeknya-kakakku

myspace code
Myspace Codes: MyNiceSpace.com

Alhamdulillah…

May 23rd, 2006 by adeknya-kakakku

Today, aku seminar juga… Tanpa banyak pertanyaan, bapak penguji yang baik menguji proposal Tugas Akhir-ku… Sepertinya, untuk Tugas Akhir ini, aku harus kerja berat… Cos, ke - 34 proses iu, aku harus nanyain dan nilai sendiri… Gila… Bener-bener penelitian…

Tapi, GPP… Insya Allah, suami dah selesai PTT, jadi bisa minta bantuan beliau… Alhamdulillah… Semangat!!! Semangat!!! Semangat!!! Ayo, jadikan TA kali ini TA terbaik… Hehehehe….

Btw, makasih buat Awe yang dah mau nemenin aku ke dosen… Dia mau kuliah, tapi aku bilang gak ada dosesn… Dia gak tau, kalo hari ini, dosen itu lagi ke S’Pore… Cos dia hari Senin kemaren gak masuk kuliah, jadi gak tau informasinya…

Awe… Anti emang, THE RIGHT WOMAN IN THE RIGHT TIME AND THE RIGHT PLACE… Selalu kaya gitu, ajha terus, biar aku kebagian enaknya… Hahahahaha

Mandi, Bikin Segar dan Sehat!

April 24th, 2006 by adeknya-kakakku

oleh administrator pada Thursday 15 September 2005

kapanlagi.com - Menurut penelitian terbaru mandi ternyata tidak hanya baik untuk membersihkan tubuh dari kotoran dan menjauhkan stress, tapi mandi juga memiliki peranan penting meningkatkan sistem kekebalan, membantu kulit terhindar dari penyakit seperti eksema dan bahkan menyembuhkan masalah medis serius.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan penderita diabetes yang menghabiskan hanya setengah jam berendam dalam bak air hangat dapat menurunkan tingkat gula darah sekitar 13 persen.

Penelitian terpisah di Jepang menunjukkan 10 menit berendam dalam air hangat dapat memperbaiki kesehatan jantung baik pria maupun wanita, membantu mereka menjalani test olahraga lebih baik dan mengurangi rasa sakit.

Apa manfaat mandi dan berapa lama anda sebaiknya mandi? Berikut beberapa petunjuk mandi asyik dan menyehatkan:

Mengeluarkan racun

Mandi air hangat sekitar 32-35 derajat Celsius membuka pori-pori yang dapat membantu mengeluarkan toksin. Mandi air hangat juga dapat membantu menurunkan tingkat gula darah, menyembuhkan sakit otot dan membantu menjaga usus besar bekerja dengan baik. Waktu yang dianjurkan selama 10-20 menit.

Stress

Jika anda benar-benar mengalami stress, mandi air dingin akan menjadi jawaban yang tepat. Temperatur yang dianjurkan sekitar 12-18 derajat Celsius. Mandi air dingin sangat baik meredakan ketegangan, sebaliknya dari air hangat karena mandi air dingin dapat mempersempit darah dan meningkatkan tingkat gula darah.

Eksema

Penyakit kulit tertentu seperti eksema, ruam atau gatal-gatal dengan menambahkan baking soda (sodium bicarbonate) ke dalam bak mandi dapat membuat perbedaan besar. Sodium bicarbonate bertindak sebagai antiseptik. Isi air dengan air hangat kuku, tambahkan kira-kira satu pound baking soda dan aduk sampai rata. Dianjurkan berendam selama 10-20 menit.

Infeksi

Infeksi yeast seperti sariawan dapat dibantu dengan menambahkan tiga atau empat cuka dari sari buah apel ke dalam bak mandi. Ini juga baik untuk mengeluarkan racun dari dalam tubuh karena cuka dapat menyeimbangkan kembali asam. Tambahkan pada air hangat dan berendam selama 15-20 menit.

Flu dan Sakit Kepala

Merendam kaki dalam air hangat dapat membantu menyembuhkan flu dan sakit kepala dan juga menyegarkan kembali kaki yang lelah. Masukan air hangat secukupnya dalam bak sampai menutupi kaki dan pergelangan kaki tambahkan beberapa tetes minyak seperti lavender, peppermint atau lemon. Setelah selesai basuh dengan air dingin. Lakukan selama 10-20 menit.

Insomnia

Merendam kaki dalam air dingin sangat baik bagi anda yang memiliki masalah insomnia atau mereka yang memiliki masalah tidur. Masukan kaki sampai kaki merasa dingin. Pengobatan ini juga berguna bagi kaki lelah, pendarahan hidung, flu dan sembelit.

Sirkulasi

Cobalah merendam kaki secara bergantian antara air hangat dan air dingin jika anda mengalami masalah sirkulasi. Mulai dengan merendam kaki selama satu atau dua menit dalam air hangat, kemudian 30 menit dalam air dingin. Cobalah lakukan selama 15 menit kemudian diselesaikan dengan air dingin.

Peringatan Buat Si Kutu Komputer!

April 24th, 2006 by adeknya-kakakku

oleh Lwg Corp. pada Saturday 17 September 2005

Buat yang suka menghabiskan hari-harinya di depan komputer, hati-hati! Karena kebanyakan bisa berimbas pada kesehatan mata. Misalnya, iritasi, penglihatan kurang. Bahkan, sakit kepala pun bisa!

Berdasarkan survei yang dilakukan pada 2.750 warga Inggris oleh Eyecare Trust, satu diantara sepuluh orang merasa perlu menggunakan kacamata atau lensa kontak karena terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer.

Kebanyakan dari mereka mengaku menghabiskan lebih dari 53 jam selama seminggu untuk menonton televisi atau mantengin layar komputer.

Eyecare Trust mengatakan, umumnya orang menghabiskan 53 jam bertatapan dengan layar selama seminggu di hari kerja, dan 49 jam per minggunya ketika mereka sedang dalam masa cuti tahunan.

Eyecare Trust mengestimasi, sekiranya orang menghabiskan 3,5 bulan hidupnya dalam setahun hanya untuk melototi layar komputer atau televisi. Dan ditemukan pula 40 persen pekerja tidak sadar kalau mereka sebetulnya mendapat pemeriksaan mata gratis dari perusahaan mengingat mereka sehari-hari harus berhadapan dengan monitor komputer.

Dilaporkan juga, hampir dua pertiga responden yang disurvei mengatakan, mereka kadang meninggalkan kantor dengan sakit kepala yang lumayan hebat. Dan 53 persen menderita kelelahan serta tekanan pada matanya.

Sementara, sepertiga sisanya merasakan gejala seperti mata berair, kering, iritasi. Dan satu dari lima orang mengaku kini punya penglihatan yang kurang bagus.

Untuk mengatasi hal ini Eyecare Trust memberi solusi seperti, beristirahatlah beberapa kali jauh dari layar komputer, pastikan layar monitor diatur sedemikian rupa sehingga letaknya di tengah dan berjarak 4 hingga enam inchi di bawah level pandangan mata normal.

Tentunya, tidak lupa pula untuk selalu mengedipkan mata agar mata tidak
lekas kering dan mengadakan pemeriksaan mata setiap dua tahun sekali. Demikian seperti dilansir BBC yang dikutip detikinet Rabu (14/9/2005). (ien)

Bau Mulut - 6 Cara Mengatasinya

April 19th, 2006 by adeknya-kakakku

"Halitosis lebih baik dari pada tidak bernafas" canda seorang dokter gigi. Halitosis, yang lebih dikenal dengan bau mulut telah menghantui manusia sepanjang masa. Untuk mengatasi nafas bau ini, masyarakat Yunani kuno menggunakan anggur putih, biji-bijian dan dedaunan. Masyarakat Italia berkumur dengan menggunakan campuran kayu manis, daun mawar, dan akar-akaran.

Saat ini orang-orang sangat bergantung pada cairan-cairan pencuci mulut yang mengandung alkohol dan zat rasa. Namun tetap saja mereka merasa mempunyai nafas yang bau. Salah satu cara untuk mengetahui apakah nafas anda bau atau tidak adalah menanyakan kepada orang terdekat anda yang terpercaya. Bagaimana bila tidak ada orang disekitar anda untuk mengujinya? Cobalah bernafas ke saputangan.

Mengatasi bau mulut tergantung dari penyebabnya. 80 hingga 90 persen dari kasus bau mulut disebabkan oleh sesuatu di dalam mulut kita, yang seringkali dikarenakan oleh mulut yang kotor. Penyebabnya bisa saja gigi yang bermasalah, gigi berlubang dan lain-lain. Ada juga masalah bau mulut yang disebabkan oleh kondisi tenggorokan atau saluran pernafasan yang tidak baik. Makanan berupa tembakau, alkolol, bawang putih dan bawang bombai dapat juga menyebabkan bau mulut.

Untuk menjaga agar nafas anda selalu segar cobalah hal-hal dibawah ini.

Bersihkan mulut
Sikatlah gigi anda paling sedikit dua kali sehari. Jangan lupa flossing setiap habis.

Bersihkan lidah
Bakteri yang ada di lidah juga dapat menyebabkan nafas yang bau. Karenanya jangan lupa menyikat lidah anda setelah menyikat gigi.

Basahi mulut
Mulut yang kering dapat juga menjadi sumber bau yang tidak sedap. Air ludah membantu membersihkan mulut kita, karena mengandung anti bakterial dan mencuci sisa-sisa makanan.

Berkumur
Paling tidak, berkumurlah dengan air setelah anda makan. Berkumur dapat membantu membuang sisa-sisa makanan dimulut anda.

Daun - daunan
Daun seledri, kemangi, atau mint yang biasanya menjadi hiasan sesungguhnya sangat bagus untuk mencegah bau mulut untuk sementara. Jadi jangan membuang daun-daunan yang ada dipiring anda.

Makan yang sehat
Makanan yang melawan plak gigi, dapat juga melawan bau mulut. Sering-seringlah memakan seledri, wortel, kacang-kacangan, atau keju. Diet yang sehat akan membuat gigi dan mulut anda sehat.

UnTittLe

February 23rd, 2006 by adeknya-kakakku

Bandung, 23 Februari 2006

Pagi tadi kuliah jam 09.00 waktu dosen ST3. Tapi, aku terlambat dateng 20 menit, untungnya waktu itu bukan waktunya Ibu Sri untuk mengajar (^_^), tetapi asistennya yang sedang mengenalkan software baru bernama ARIS (berkaitan erat ma RPB, katanya). Rada bosen sih, cos slidenya ga nongol di proyektor. Ga tau kenapa… Selain itu, aku sendiri belum pernah tau, apa itu ARIS (~_~). Pernah sekali denger, tapi itupun cuma sekilas…

Trus, jam 11.00 aku balik ke kost-an. Baca buku (yang aku pinjem dari perpus pake kartu Nita) bentar, trus MOLOR deh… Bangun-bangun dah jam 14.00, sholat n siap-siap berangkat kuliah lagee…

Yah, gito deh… Meskipun dah semester 8, kuliahku masih padet banget! Bayangin, 21 SKS (T_T)… Padahal temen-temenku dah banyak yang lulus di semester ini… HEBAT, ya??? Mereka berhasil menyelesaikan kuliah cuma dalam kurun waktu 3,5 tahun dengan IPK cumm laude… Sementara sebagian yang lain (buanyak buanget), juga pada hampir lulus… Jadi minder banget, nih… Semester 9 ajha, aku masih ambil sekitar 13 SKS… 4 SKS TA, 6 SKS MK pilihan 3 SKS, and sisanya NGULANG!!!

Ga Pa Pa deh.. Jalan hidupku emang kaya gitu, kali… Tapi, aku ga mau minderku berkepanjangan… Hehehe… (Aku membesarkan hatiku sendiri, nih..)

Mmmm… Dah dulu curhatnya… Ntar aku nulis lagi… (T_T)

Beratkah Berucap “Terima Kasih”?

November 30th, 2005 by adeknya-kakakku

Beratkah Berucap "Terima Kasih"?

Sudahkah kalimat “terima kasih” selalu terhadiahkan kepada setiap orang yang pernah membantu Anda? Jika ya, maka Anda tak perlu khawatir, karena saya tidak sedang berbicara tentang Anda. Tapi tentang orang-orang di sekitar kita, dan mungkin saja termasuk saya.

Nyaris setiap hari, setiap jam dalam hidup kita selalu dibantu oleh pihak lain, disadari atau tidak. Sejak awal bangun pagi, sudah ada pembantu yang memasak air panas untuk menyeduh kopi, bahkan kopi sudah tersedia sebelum kita beranjak dari tempat tidur. Berangkat ke kantor dengan pakaian yang tidak kusut, tentu ada yang menyetrikanya. Sepatu pun sudah disemir mengkilap, bukan bim salabim kan? Sampai sarapan sudah siap tersaji di meja makan sebelum kita meminta. Bukan soal siapa yang menyiapkannya, bisa jadi sang isteri lihai nan sigap yang melakukan itu semua, atau pembantu kita yang super hebat. Tapi terpenting dari soal siapa adalah, berterima kasihkah kita untuk setiap pelayanan memuaskan itu?

Keluar dari rumah, entah dengan sopir pribadi yang telah mencuci bersih mobil dan menyiapkan kendaraan agar tak ngadat di jalan, sehingga kita tak terlambat tiba di kantor. Atau bagi orang yang harus menggunakan jasa angkutan umum untuk dari dan ke kantor, pernahkah kalimat “terima kasih” juga terucap kepada kondektur atau sopir angkutan umum yang kita tumpangi?

Tiba di kantor, tak perlu bertanya siapa yang sudah datang lebih pagi membersihkan meja kerja yang kemarin sore kita tinggalkan dalam keadaan kotor dan berantakan. Air putih atau teh hangat sudah tersedia di meja kerja, bahkan menjelang siang pun kita masih berteriak, “jang, kopi susu donk,” kepada office boy yang setia melayani. Apakah si Ujang pelayanan setia kita di kantor itu selalu mendapatkan hadiah “terima kasih” untuk air putih dan kopi susu yang ia sajikan? Walau pun ia tahu, menuntut ucapan “terima kasih” bukanlah haknya.

Rasanya, nyaris seluruh hidup kita dari pagi sampai pagi kembali selalu dibantu orang lain. Bahkan di rumah pun, saat lelah menyengat sepulang kerja, serta merta sang isteri dibantu si kecil membukakan sepatu dan kaus kaki, kita pun berpikir, itu sudah kewajiban mereka; Melayani kita yang bekerja seharian. Andai isteri mendengar kalimat itu, mungkin ia akan berujar, “Kamu pikir saya di rumah hanya tidur-tiduran saja?”

Saya pun tergelitik untuk menghitung berapa banding berapa antara pelayanan yang saya dapatkan dengan ucapan terima kasih yang terlontar. Saya sering lupa berterima kasih kepada isteri yang setiap malam menemani saya tidur, atau berterima kasih kepada Si Euceu yang setiap pukul 05.30 sudah datang untuk membantu isteri saya mencuci pakaian. Saya sering lupa berterima kasih kepada petugas pom bensin yang sering mengisi full tangki motor saya. “Itu memang pekerjaannya, dan kewajiban saya sudah selesai hanya dengan memberikan sejumlah uang sesuai jumlah bensin terisi,” mungkin begitu pikir nakal saya. Mana rasa terima kasih saya?

Kita sering kali berpikir, bahwa orang-orang yang memberikan bantuan dan pelayanan sehari-hari itu memang sudah selayaknya dan kewajiban mereka berbuat demikian. Isteri dan anak-anak, misalnya. Wajib memberikan service penuh karena kita merasa sudah lelah seharian bekerja, “Toh gaji sebulan saya bekerja singgah di dompet isteri,” begitu alasan kita. Pembantu rumah tangga yang seringkali tak kenal lelah bekerja dari pagi hingga kembali pagi, dinilai “wajib” mengerjakan semua pekerjaannya karena kita merasa sudah membayarnya. Padahal, nilai bayarannya seringkali tak layak dan jauh dari beratnya pekerjaan yang diemban. Bukankah pembantu hanya membantu? Lalu kenapa semua pekerjaan rumah ia yang mengerjakannya? Tak pantaskah ia memperoleh ucapan terima kasih dari kita?

Ujang sang office boy kantor yang tak pernah menolak permintaan kita, percayalah, “terima kasih” yang kita ucapkan saat ia mengantarkan segelas air putih atau teh hangat akan membuatnya senang setiap kali kita memintanya kembali. Boleh jadi, ucapan terima kasih itu akan sedikit menghiburnya dari kemurungan setiap kali menerima upah bulanannya yang tak seberapa dari gaji kita. Bahkan ada sopir angkutan umum yang termangu sesaat hanya karena mendengar ucapan terima kasih saat penumpang memberikan ongkos. Bisa jadi, ia baru saja menemukan manusia langka. Atau jangan-jangan, itu kalimat “terima kasih” pertama yang ia dapatkan sepanjang tahun berprofesi sebagai sopir angkot.

Sudahlah tak pernah berterima kasih, kadang kita menambahi sikap kita dengan banyak menuntut. Merasa sudah membayar gaji pembantu, kemudian kita berhak membentak-bentak wanita berbayaran kecil itu hanya karena masih ada sedikit noda di kemeja. Kita juga marah-marah kepada office boy yang lambat mengantarkan minuman, atau kepada sopir angkot yang secara tak sengaja melewatkan beberapa meter saja dari tempat berhenti kita semestinya. Lalu, kita memberikan ongkos dengan hati kesal dan wajah kecewa.

Tak pernah merasa puas dengan apa yang sudah orang lain lakukan untuk kita, dan kita senantiasa menuntut lebih dari orang lain. Meminta orang lain melakukan lebih banyak, lebih baik, lebih sering dari yang sudah dilakukannya. Orang lain melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan yang kita inginkan, kita lebih dulu marah, dan kemudian lupa mengucapkan terima kasih. Ucapkanlah terima kasih lebih dulu, baru kemudian beritahu kekurangan atau kesalahan secara baik-baik. Dijamin, mereka akan mengerjakannya lebih baik tanpa wajah merengut.

Tidak berterima kasih dan banyak menuntut adalah sebuah circle, keduanya saling berkait berkelindan. Biasanya kedua sikap ini tidak terpisahkan, setiap kali kita tidak berterima kasih, mesti diiringi dengan tuntutan. Atau sebaliknya, setiap kita mengajukan tuntutan, hasil yang kita dapatkan dari tuntutan itu kita anggap sebagai hak. Karenanya, “terima kasih” tak perlu terucapkan.

Ironisnya, budaya buruk ini pun kita berlakukan terhadap Allah. Kita terus menerus berdoa dilimpahkan rezeki. Hanya karena rezeki yang didapat hari ini tidak berlimpah, lalu dalam doa selanjutnya kita berujar, “Ya Allah, kok cuma segini?” Sungguh, bersyukur dan bersabar lebih menjauhkan kita dari ancaman azab dan siksa dari-Nya.

Bayu Gawtama